Balada Seorang Pemimpin

Ditulis oleh Firman Ramadhani

follow-leader

Pemimpin yang bijaksana, adil, dan mampu memenuhi keinginan setiap orang, tentu saja sangat diharapkan. Namun seringkali kita sebagai makhluk sosial, mencari pemimpin berdasarkan kriteria yang sempurna dibandingkan mencari dengan kriteria yang organisasi/instansi/himpunan/perkumpulan butuhkan, karena menurut saya kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, betapapun kerasnya kita mencari, tidak akan menemukan pemimpin yang benar-benar sempurna.

Saya seringkali mengamati, suatu organisasi yang berada dibawah kepemimpinan seseorang. Jika organisasi tersebut berhasil/sukses dalam suatu hal, sedikit sekali yang mengapresiasi sang pemimpin, namun, jika kegagalan/ketidak berhasilan terjadi, maka pemimpin tak bisa mengelak, ialah pasti yang pertama disalahkan dan dianggap paling menggagalkan. Memang menjadi pemimpin butuh keiklasan dan semangat yang berlipat-lipat lebih kuat ketimbang anggota lainnya karena betapa besarnya peran seorang pemimpin.

Pemimpin yang adil, adalah salah satu golongan yang mendapat perlindungan kelak di hari akhir, tapi yang harus kita pahami, adil bukan berarti menyamaratakan semuanya dalam hal kuantitas maupun kualitas, tapi bagaimana kita membagi suatu hal sesuai kadar yang  dibutuhkannya. Oleh karena itu, seringkali pemimpin tidak bisa memenuhi keinginan setiap orang, terkadang juga keputusannya dianggap memihak suatu golongan, padahal tidak ada maksud kearah sana.

Sekuat dan sehebat apapun pemimpin, tidak akan mampu mencapai apa yang dicita-citakan tanpa adanya dukungan dari anggotanya. Dibutuhkan rasa royalitas dan keinginan rela berkorban dari semua orang untuk mencapai sesuatu yang besar. Amanah jika ditanggung segelintir orang, tentu akan terasa berat, sedangkan jika ditanggung bersama-sama dengan langkah yang berirama, betapapun besarnya, insyaallah tidak akan terasa berat namun malah terasa menyenangkan.

Oleh karena itu, melalui tulisan singkat ini, penulis ingin mengajak pembaca sekalian untuk mendukung sekuat tenaga pemimpin-pemimpin yang ada disekitar kita. Bukan hanya dukungan di lisan, tapi melalui tindakan juga. Karena pemimpin juga seorang manusia, yang pada suatu titik mungkin akan merasa lelah, saat itulah pemimpin butuh pembakar semangat, darimana lagi kalau bukan dari anggotanya yang selalu bersedia rela berkorban demi cita-cita organisasi dan sang pemimpin sendiri ?

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s