Leadership and Organization skills

Pertemuan Candradimuka ke-3 diadakan pada tanggal 8 oktober 2016, di
mulai dari pukul 16.00 s.d 21.00, namun setelahnya masih dilanjut dengan diskusi angkatan perihal tugas yang diberikan. Terdapat tiga pemateri yang mengisi acara Candradimuka kemarin, yaitu Kak Pranidhana Mahardhika (MT’11) merupakan Menteri Sumber Daya Mahasiswa Kabinet KM ITB 2015/2016, Iqro’ Dewantoro (SBM’11) merupakan Sekretariat Jenderal Kabinet KM-ITB 2014/2015, dan Mahardika Zein (SI’12) merupakan Ketua Kabinet KM-ITB 2016/2017.

1475988490885

Pemateri pertama Kak Dika(MT’11). Beliau menjelaskan mengenai perbedaan leader dan Manager, juga mengenai hal-hal teknis terkait leadership

What are the differences between Leader and Manager ?

Jika kita analogikan sebagai sebuah pertandingan bola, maka sudah pasti Manager berada di luar lapangan. Manager mengarahkan, namun tidak ikut terjun kedalam pertandingan secara langsung, berbeda dengan Leader. Seorang Leader adalah orang yang ikut terjun kedalam pertandingan, kita bisa ambil contoh Kapten Kesebelasan sebagai Leader Team. Kapten ikut bermain sekaligus memimpin team. Sudah terlihatkan perbedaan Leader dan Manager ? untuk memperjelas, yuk kita ke perbedaan selanjutnya.

Manager melihat orang-orang yang ada sebagai sebuah Tools. Tools itu apa ? Tools adalah suatu alat untuk mencapai atau memenuhi tujuan yang direncanakan. Jadi ketika kita berbicara mengenai sebuah perusahaan, maka seorang Manager, melihat anggota perusahaan sebagai alat untuk mencapai target perusahaan, misalnya kenaikan penjualan 25%. Sedangkan seorang Leader melihat anggotanya sebagai sebuah investasi. Dimana jika kita berbicara mengenai suatu hal sebagai barang investasi, maka kita akan menjaganya dengan sungguh-sungguh dan berusaha keras untuk mengembangkannya. Hal itulah yang dilihat seorang Leader, mengembangkan anggotanya bukan hanya berpatokan pada target organisasi saja, namun dengan mengembangkan anggota tersebut diusahakan akan membawa organisasi mendekati visi organisasi tersebut.

Terdapat beberapa level pemimpin menurut John C. Maxwell

5-levels-of-leadership1

  1. Position (Rights), orang-orang mengikuti atau mau dipimpin, karena orang-orang tersebut memang memiliki keharusan untuk mengikuti. Contohnya adalah seorang pemimpin upacara yang diikuti peserta upacara yang lainnya.
  2. Permission (Relationships), orang-orang mengikuti karena memiliki suatu hubungan yang sudah ada, contohnya persaudaraan.
  3. Production (Result), orang-orang mengikuti karena pemimpin seperti ini sudah terbukti dapat melakukan suatu kontribusi yang nyata bagi organisasinya. Contohnya seorang event organizer sudah memiliki pengalaman mendatangkan ribuan orang ke sebuah acara yang panitianya dipimpin olehnya sehingga orang-orang dikesempatan selanjutnya mau mengikuti orang tersebut.
  4. People Development, orang-orang mengikuti karena apa yang telah pemimpin tipe ini berikan terhadap orang-orang tersebut. Pemimpin di level ini telah mampu menciptakan pemimpin-pemimpin lain yang berada di level di bawahnya.
  5. Personhead/Pinnacle (Respect), orang-orang mengikuti karena mereka memang sangat respect terhadap pemimpin tipe ini. Pemimpin di level ini sudah mampu menciptakan dan membangun pemimpin lain yang mampu menciptakan pemimpin lainnya juga.

blindmen-elephant

(Blind men and The Elephant)

Ada yang tau cerita tentang 6 orang buta dan seekor gajah ? Bagi yang belum tau, cerita ini menceritakan tentang 6 orang buta yang diharuskan menebak seperti apa benda yang dipegangnya. Tentu saja, setiap orang memiliki pandangan dan asumsi yang berbeda, karena masing-masing merasakan bagian yang berbeda. Ada yang bilang gajah itu seperti batang pohon karena dia memegang kakinya, ada juga yang bilang seperti ular, karena dia memegang belalai gajah, dan lain sebagainya. Intinya mereka memiliki asumsi yang berbeda-beda, nah seorang pemimpin adalah orang yang mampu melihat dari berbagai sudut pandang dan menyatukannya. Tools untuk menyatukan sudut pandang ini adalah data.

Bermimpi -> merencanakan  -> mengambil keputusan -> eksekusi -> bertanggung jawab

Seorang pemimpin harus memiliki skill DSPA, apa itu ?

DSPA ;

  1. Define the problem, Jika dalam organisasi terdapat permasalahan, jangan cepat-cepat mengambil asumsi, karena kemungkinan besar asumsi yang kita ambil mengenai masalah itu akan keliru, definisikan dulu masalah yang ditemukan dengan memenuhi syarat SMART ( Specifiv, Measureable, Actionable, Realistic, Time Bond.) dan buat pendefisian masalah ini menjadi sesuatu yang spesifik.
  2. Structurize the gap, Sebagai pemimpin harus mampu melihat dimana posisi organisasi yang dipimpinnya dan tujuan akhir organisasi tersebut ingin seperti apa. Setelah mengetahu hal tersebut, cari jembatan untuk menghubungkan keduanya.
  3. Prioritize the action, Pilih suatu hal dan prioritaskan hal tersebut. Kita bisa optimal jika kita memprioritaskan suatu hal ketimbang banyak hal.
  4. Action Plan, Pemimpin harus mampu mempertimbangkan sebuah rencana yang matang bagi organisasinya.

Selanjutnya Kak Iqra’ (SBM’11) menjelaskan mengenai organization skill.

Dalam membuat sebuah visi dan misi bagi organisasi ataupun diri sendiri, jangan terlalu “muluk-muluk”. Cari sesuatu yang memang benar-benar bisa terealisasikan sehingga visi dan misi tersebut bisa optimal. Program kerja apapun yang dilakukan haruslah membuat jalan menuju tercapainya visi.   Cara untuk menjaga hal ini bagaimana ? caranya adalah dengan mencari roh dari visi-misi tersebut. Contohnya dalam Kabinet Seru KM-ITB memilih roh nasionalis, sehingga segala prokernya tertuju pada nasionalisme.

Struktur organisasi, dalam pembuatan struktur organisasi penting sekali sesuai kebutuhan yang ada. Tinjau dahulu apa kira-kira struktur yang diperlukan baru eksekusi untuk membuat struktur organisasi agar menghasilkan struktur yang optimal.

Ada dua modal organisasi antara lain;

  1. Manusia
  2. Uang (Dana)

Modal-modal ini harus mampu dikelola organisasi dengan baik, penjelasannya sebagai berikut;

1.Manusia => How to recruit, manage, and develop human resources.

Dalam organisasi kita harus membuat culture yang nyaman agar seluruh anggota sebagai modal manusia dapat berkembang optimal. Buat culture yang mendorong anggota semakin akrab antara satu dan yang lainnya sehingga tumbuh rasa percaya dan keterbukaan.

2.Uang => Organisasi haruslah mandiri dalam finansial. Dengan kemandirian finansial maka organisasi dapat mencapat kualitas yang optimal. Jika tidak ada dana yang mencukupi, maka ekspetasi kualitas diawal akan terpangkas, dan hal ini adalah hal yang sangat tidak dianjurkan (memotong kualitasi karena dana yang terbatas )

Selanjutnya Kak Dika (SI 12) menjelaskan perihal perkembangan kemahasiswaan di ITB dan secara garis besar merangkum seluruh acara candradimuka dari pertemuan pertama.

Efficiency => Hubungan input – output menghasilkan dengan sumber-sumber yang ekonomis (doing thing right)

Effectiveness => Kemampuan untuk menentukan suatu tujuan serta kemampuan untuk mencapainya (doing right thing)

Overall, materi yang diberikan kemarin sangat berguna untuk mengembangkan diri. Jika tulisan diatas ada kekurangan boleh ditulis masukannya di komentar post ini. Terimakasih!

SEE YOU ON TOP!

DREAM BIG

Firman Ramadhani

(FTMD / 16916038)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s