Yuk berkunjung ke berbagai museum di Kota Bandung!

Museum Geologi

Museum di Bandung yang didirikan terkait dengan sejarah penyelidikan geologi di Indonesia sejak 1850an ini terletak di Jalan Diponegoro. Museum yang sangat terkenal di Jawa Barat ini memiliki beberapa ruang diantaranya adalah Ruang Geologi Indonesia, ruang sejarah kehidupan, ruang sumber daya geologi di lantai dua, serta ruang manfaat dan bencana geologi di lantai dua barat.

Jl. Diponegoro No. 57, Cihaurgeulis, Cibeunying Kaler, Cihaur Geulis, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40122

Minggu 08.00–14.00

Senin 08.00–16.00

Selasa 08.00–16.00

Rabu 08.00–16.00

Kamis 08.00–16.00

Jumat Tutup

Sabtu 08.00–14.00

Harga tiket

Pelajar                  : Rp 2000

Umum                  : Rp 3000

Mancanegara    : Rp 10.000

Museum Pos Indonesia

 

 

Museum tertua di kota Bandung yang dibuka sejak tahun 1931 ini didirikan dan diresmikan kembali pada tanggal 27 September 1983. Museum ini menempati ruang bawah Kantor Pusat PT Pos Indonesia yang terletak di sayap kanan Gedung Sate yang berlokasi tepatnya di Jalan Cilaki No. 73, buka setiap hari kerja pada pukul 9 hingga pukul 4 sore dengan tiket gratis.

Museum di Bandung ini memiliki koleksi ribuan perangko dari penjuru dunia, sekitar 114.984 perangko yang berasal dari 178 negara dengan 8.644 diantaranya merupakan perangko terbitan dalam negeri. Tidak hanya itu, museum ini juga memiliki surat-surat emas dari berbagai raja-raja nusantara kepada pihak asing, bis surat (brievenbus) pada zaman Hindia Belanda, dan kereta gerobak pos paling tua di Indonesia.

Jalan Cilaki No.73, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115, museumpos.org

Minggu Tutup

Senin 09.00–16.00

Selasa 09.00–16.00

Rabu 09.00–16.00

Kamis 09.00–16.00

Jumat 09.00–16.00

Sabtu 09.00–13.00

Harga tiket

FREE

Museum Asia Afrika

 

Masih lekat di ingatan kita, peringatan Konferensi Asia Afrika yang menginjak tahun ke 60 di tahun 2015 kemarin yang cukup meriah. Konferensi bersejarah yang bertempat di Gedung Merdeka pada tahun 1955 ini diabadikan dalam museum KAA yang juga berlokasi di tempat yang sama, di Jalan Asia Afrika.

Museum ini menyajikan sejumlah koleksi berupa benda-benda dan foto-foto dokumenter peristiwa Konferensi Kolombo, Konferensi Bogor, dan Konferensi Asia Afrika 1955. Tidak hanya itu, di dalam museum ini juga terdapat foto-foto mengenai peristiwa yang melatarbelakangi lahirnya Konferensi Asia Afrika, dampak Konferensi Asia Afrika bagi dunia internasional, Gedung Merdeka dari masa ke masa, profil negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika, dan diorama pembukaan Konferensi Asia Afrika 1955.

 Jalan Asia Afrika No.65, Braga, Sumur Bandung, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111

Minggu 09.00–16.00

Senin Tutup

Selasa 08.00–16.00

Rabu 08.00–16.00

Kamis 08.00–16.00

Jumat 14.00–16.00

Sabtu 09.00–16.00

Jam 12.00 – 13.00 tutup istirahat siang

Kunjungan perpustakaan

Senin – Kamis 08.00 – 16.00

Jumat 14.00 – 16.00

Harga Tiket

FREE

Musem Mandala Wangsit

Museum yang dibangun sekitar 1910 dan berlokasi di Jalan Lembong No. 38 ini awalnya berfungsi sebagai markas Divisi Siliwangi pertama di Bandung. Pada tanggal 23 Mei 1966 museum ini diresmikan oleh Pangdam III/Siiliwangi ke-8 sebagai pengingat dan pewarisan perjuangan 45 kepada generasi muda.

Koleksinya terdiri dari benda-benda sejarah pada masa perjuangan kemerdekaan, di antaranya adalah senjata tradisional berbentuk kujang, keris, pedang, golok, tombak, panah, pedang bambu, samurai, dan senjata api dari berbagai jenis. Selain itu, terdapat juga foto-foto perjuangan antara tahun 1945-1949 serta dilengkapi lukisan diorama dan ruang audio visual untuk pemutaran film documenter. Beberapa pengunjung di tahun 1990an mengingat museum ini sebagai museum paling membuat bulu kuduk berdiri karena diorama dan pencahayaannya yang cukup gelap.

Jl. Lembong No. 38, Braga, Braga, Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40181

Minggu Tutup

Senin 08.00 – 13.00

Selasa 08.00 – 13.00

Rabu 08.00 – 13.00

Kamis 08.00 – 13.00

Jumat 08.00 – 10.00

Sabtu 08.00 – 12.00

Harga tiket

FREE

Museum Sri Baduga

Museum di Bandung yang dirintis sejak 1974 ini terletak di Jalan BKR Nomor 185, tepat berhadapan dengan Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegalega. Namanya diambil dari nama raja Pakwan Pajajaran sekitar abad ke-16 Masehi, yakni Sri Baduga. Museum sejarah penduduk dan daerah Bandung khususnya dan Sunda umumnya ini memiliki koleksi barang-barang seni budaya Jawa Barat terkait biologi, etnografi, arkeologi, numismatik, filologi, dermatologi, seni murni dan teknologi. Pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan wayang pada waktu-waktu yang telah ditentukan.

Jl. BKR No.185, Pelindung Hewan, Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40243

Minggu 08.00–16.00

Senin Tutup

Selasa 08.00–16.00

Rabu 08.00–16.00

Kamis 08.00–16.00

Jumat 08.00–16.00

Sabtu 08.00–16.00

Harga tiket

Rp 2.500

Dirangkum dari berbagai sumber :

http://4muda.com/inilah-10-museum-di-bandung-yang-seru-untuk-dikunjungi/

http://anekatempatwisata.com/wisata-bandung-museum-geologi-bandung/

http://tempatwisatadibandung.info/museum-geologi-bandung/

https://www.indonesiakaya.com/index.php/jelajah-indonesia/detail/mengenal-museum-pos-indonesia-di-bandungmuseumpos.org

http://tempatwisatadibandung.info/museum-konferensi-asia-afrika/

http://asianafricanmuseum.org/http://www.disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=472&lang=id

Catatan Perjalanan: Museum Mandala Wangsit Siliwangi

http://tempatwisatadibandung.info/museum-sri-baduga-the-musuem-of-historical-bandung/

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s