IMPROVEMENT CLASS : MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Disela-sela kegabutan hari minggu yang kurang berfaedah, 19 februari kemarin, saya menyempatkan untuk mengikuti improvement class dari BMK Salman ITB mengenai manajemen organisasi. Narasumbernya adalah bapak Wien Hartono yang merupakan ketua umum KARISMA periode 1 dan sekarang menjabat sebagai Commissioner of Hospital & Healthcare Enterprise di PT. PUPUK KALIMANTAN TIMUR.

Menurut beliau, ilmu tentang manusia adalah ilmu yang paling kompleks dan senantiasa berkembang dengan pesat. Dalam mempelajari ilmu tentang manusia, kita harus senantiasa belajar dan mencari ilmu baru agar lebih berkembang dan sebagai manusia yang mempelajari ilmu tentang manusia itu sendiri, satu kata kunci yang harus dipegang, yaitu sabar.

Sebagai seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam bidang manajemen sumber daya manusia, beliau memberikan 4 fungsi dasar dari manajemen SDM dalam suatu organisasi atau perusahaan.

Fungsi Manajemen SDM

  1. Membantu terlaksananya eksekusi organisasi
  2. Membangun SDM yang efisien dan efektif
  3. Mendorong kontribusi anggota secara optimal
  4. Membangun kapasitas untuk berubah sesuai visi dan misi organisasi

Terdapat sebuah fakta mengejutkan, ternyata 70% organisasi merasakan kegagalan pada saat eksekusi. Jadi beliau menekankan bahwa manajemen dalam perancanaan itu penting, namun jangan sampai melupakan eksekusi dari perencanaannya itu sendiri.

Bidang-bidang fungsional SDM

  1. Workforce planning and staffing
  2. Learning and Development
  3. Organization Development
  4. Perfomance Management and Reward

Untitled.png

(Peran yang harus dicapai seorang manajemen sumber daya manusia)

“Every Manager is a Human Resources Manager and to be a good Human Resources Manager we need to understand the HR skill and know about mastery learning”

Setiap manajer dalam perusahaan atau kepala divisi dalam organisasi pada dasarnya adalah seorang human resource manager, dimana orang-orang yang berada pada posisi ini, dituntut memiliki skill me-manage manusia. Cara menjadi HRM yang baik bagaimana ? tentu harus mengetahui skill-skill yang diperlukan dan yang terpenting, mamiliki skill mastery learning atau mengetahui bagaimana cara menanamkan nilai atau pembelajaran yang efektif dan efisien, tentunya harus dapat diterima oleh orang-orang yang merupakan target dari pembelajaran itu sendiri yang mana setelah pembelajaran harus ada perubahan yang menuju ke arah lebih baik.

Seorang HRM memiliki tugas yang ditekankan pada managing changes, yang mana sangat didasarkan pada accuracy, conistency, chemistry, controling appropriate, dan meeting commitments.

Dalam suatu perusahaan ataupun organisasi, kepuasan kerja sangat diperlukan, disini seorang HRM wajib mengetahui hal-hal apa saja yang menentukan tingkat kepuasan orang-orang didalam tanggung jawabnya.

Job secrity, benefits, working condition, payment, supervision dan company policies adalah hal-hal yang jika terpenuhi dengan baik akan membuat tingkat kepuasan berada di batas cukup, namun untuk mencapai kepuasan kerja yang tinggi diperlukan hal-hal lain yang menjadi concern HRM, yaitu recognition, Achievement, Freedom, Learning and Growth, Challenge, dan The work itself.

Tingkatan produktivitas seseorang didasarkan pada motivasi orang tersebut berkerja, yang dapat di bagi kedalam beberapa tahap antara lain

  1. Kemarahan
  2. Ketakutan
  3. Kewajiban
  4. Penghargaan
  5. Kecintaan
  6. Makna

Seorang manajer saja hanya akan dapat mendorong anggotanya sampai ke poin 3, sedangkan seorang leader dapat mendorong anggotanya hingga ke poin 6.

Hal yang sering dilupakan pengurus organisasi adalah membangun budaya hidup dalam organisasi, budaya organisai merupakan perwujudan semangat dari falsafah, visi-mii, dan tata nilai perusahaan dalam sikap, perilaku, dan tindakan sehari-hari secara konsisten.

Bagaimana cara menanamkan budaya organisasi yang hidup tadi ? ada tiga tools yang digunakan, yaitu:

  1. Value (25%) menanamkan nilai pada setiap orang
  2. System (35%) regulation dan policies dari perusahaan itu sendiri
  3. Leadership (40%) role model dan coach

Poin ke-3 bersifat abadi, yang mana sebuah sistem akan terus melekat pada perusahaan dan dapat dikembangkan secara continue sedangkan poin ke-1 dan 2, dapat berkurang jika sumber daya manusia yang berada didalamnya hilang.

Manajemen Sumber Daya Manusia dibagi kedalam 6 generasi, generasi pertama yang paling terdahulu adalah penanaman nilai perusahaan dengan menggunakan metode pelatihan seperti seminar dan lain-lain, hal ini hanyalah berdampak 10% pada produktifitas perusahaan. Berbeda dengan generai ke-6 yaitu pengembangan nilai-nilai dari orang-orangnya itu sendiri, berdasarkan individu. Kuncinya adalah membuat tiap individu menemukan makna-nya masing-masing berada pada peruahaan atau organisasi yang mereka tempati sekarang.

Bagaimana jika organisasi yang kita kelola adalah sebuah organisasi baru ? bagaimana cara mengelolanya agar menjadi satu pemikiran?

Caranya adalah dengan menanamkan budaya organisasi yang kuat, kejelasan visi dan misi sangatlah diperlukan. Setiap anggota haruslah paham terhadap visi dan misi organisasinya agar program-program yang dijalankan dapat ditertuju sesuai apa yang dicita-citakan. Dalam membangun program baru, haruslah diperhatikan kemampuan yang organisasi kita punya, jangan sampai terlalu mengawang-ngawang, sehingga tidak mungkin terlaksana. Pahamai 3 M, Mengamati, menirukan, dan menambahi sesuai apa kata Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Selain visi dan misi, job desk yang adapun haruslah dijabarkan sejelas-jelasnya untuk mencapai target yang diinginkan.

Semoga apa yang saya sebarkan bermanfaat,

 

 

SEE YOU ON TOP

DREAM BIG

 

(FIRMAN RAMADHANI, Cimahi)

 

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s