(Se)Tahun TPBku

Hai teman, salam hangat dariku. Cukup lama kita tidak bertemu dan bertegur sapa dalam ungkaian kata di blogku ini hehe. Maafkan diriku yang tidak sempat menyapa dan sekedar mampir ke salah satu pos dunia maya ini hehe. Ku ingin bercerita, mungkin karena ku sulit mengungkapkan kata secara langsung, bisa jadi beberapa hal yang ku ceritakan disini, tidak pernah kuceritakan lewat ucapku. Walaupun orang bilang tulisan bisa mengandung beribu arti dalam keambiguan, menurutku disitulah menariknya, orang bisa bebas menginterpretasi sebuah cerita dalam tulisan, didalam pikirannya, seliar mungkin, tanpa takut menyinggung pemberi informasi.

Tak terasa hampir satu tahun sudah ku menjalani masa TPB di Institut Teknologi Bandung. Jujur perjalanan hidupku selama satu tahun ini, ku nilai sangatlah menarik karena penuh dengan lika-liku dan hal baru. Orang bilang TPB adalah tahap paling bahagia, namun entah mengapa saat TPB inilah ku merasakan tantangan dimana aku harus benar-benar all out untuk mampu bertahan, disinilah pula ku coba mengeksplorasi (bisa jadi tertarik oleh ketidak beruntungan) zona-zona di luar zona nyamanku, dan disinilah pula ku menemukan banyak hal baru termasuk teman-teman dan lingkungan baru.

Masih hangat di pikiran, rangkaian Integrasi 2016. Kala itu memakai jaket almamater terasa membuat hati tinggi melayang. Kebahagiaan untuk akhirnya dapat menggunakan jamal dari kampus yang katanya merupakan institut terbaik bangsa, cukup membuat maba mabuk kepayang, mabuk dengan kearogansian. Sebagai Maba yang masih polos-polosnya (masasih?!) integrasi sungguh memukau, terlebih penutupannya. Teringat sebelum diterima melalui jalur SNMPTN di FTMD ITB, seringkali ku belajar mati-matian dari pagi hingga petang, bukan tidak pernah lelah, namun ketika lelah ku memiliki senjata ampuh untuk mengembalikan semangat yang hilang, Senjata tersebut adalah video-video OSKM terdahulu, mulai dari 2013,2014, dan 2015. Entah mengapa setelah menonton video tersebut ku kembali bersemangat, ingin sekali merasakan rangkaian kaderisasi awal terpusat tersebut, terlebih salam ganesha secara bersama-sama. Akhirnya, ku dapat merasakannya juga, walaupun dengan kondisi yang berbeda hehe.

Awal kuliah muncul rasa takut tidak dapat bersaing dengan teman-teman yang lainnya. Ku sadar bahwa teman-temanku memiliki kemampuan diatas rata-rata terlebih banyak yang memiliki pengalaman lebih banyak dari padaku, entah itu dalam bidang akademik maupun non akademik. Jujur sebagai ikan kecil di lingkungan besar yang menuntut pertumbuhan cepat sangatlah sulit untuk mengikuti. Sempat diawal, ku coba mengaktualisasi diri dengan turut aktif berdiskusi via media sosial dengan angkatan FTMD 2016. Namun kala itu, sempat muncul suatu hal, yang mau tak mau menarikku kembali ke keadaan serba aman, ku menjadi pasif.

Permasalahan yang menarikku tadi tetap menghantui bahkan hingga sekarang, hanya saja ku coba menyesuaikan dan memperketat pelana, ya lama kelamaan beban tersebut menjadi terasa lebih ringan. Ku coba mengikuti pendidikan terpusat pertamaku setelah Integrasi, yaitu Candradimuka. Disinilah aku sedikit demi sedikit, memupuk rasa kemahasiswaan yang masih ganjal di pikiran (Jika teman-teman ingin mengetahui lebih jauh mengenai Candradimuka teman-teman bisa membaca pos ku sebelum-sebelumnya). Ku ikuti Candradimuka dari awal hingga akhir, tak satupunku absen dari setiap rangkaian yang ada kecuali aksi angkatan terakhir.

UTS pertamapun datang, tentu kala itu aku sangatlah takut jika kelak akan mendapatkan nilai yang tidak memuaskan. Disinilah tamparan pertama Allah swt semenjak menginjak dunia perkuliahan. Nilaiku jauh dari kata memuaskan, bahkan cukupun tidak, Disinilah aku mencoba mengevaluasi kesalahku, dan kudapati bahwa cara belajarku memang tidaklah efektif dari segi pemahaman materi maupun kemampuan untuk menjawab permasalahan yang disajikan. Kelak ternyata evaluasiku membuahkan hasil di UTS 2, sehingga nilaiku cukup terbantu.

Di tahap TPB ini, ku mengikuti beberapa kepanitiaan seperti Aku Masuk ITB 2016, Student Summit ITB, Rubah (Pengmas LDF IMAM FTMD), P3I, P3R bahkan ku masih sempat-sempatnya mengurus almamater SMA-ku bersama teman-teman lainnya melalui acara eureka (edufair dan bazzar buku di SMAN 5 Bandung), sempat juga mengikuti pendidikan-pendidikan terpusat seperti candradimuka dan DDAT, roadshow ITB Cimahipun ku ikuti untuk mencari pengalaman yang menambah nilai diri(roadshow ini bener-bener seru, suer). Rasa penasaran akan batasku sendirilah yang mendorongku mengikuti kepanitian-kepanitiaan tersebut. Semakin teryakinkan bahwa aku adalah tipe orang yang jika memiliki waktu luang yang lebih sedikit, maka prestasi akademik akan meningkat.

Mungkin ada benarnya kata orang bahwa TPB adalah Tahap paling bahagia, karena disini mahasiswa ITB memiliki waktu yang sangat banyak untuk mengekplorasi batasannya sendiri, disinilah waktu yang tepat untuk mencoba hal sebanyak mungkin, dan disinilah tempat dimana batasan-batasan yang ada sangatlah sedikit. Jika ada teman-teman ITB 2017 atau teman-teman ITB generasi selanjutnya yang membaca tulisanku ini, pesanku hanya satu, yaitu

Massa TPB tidak akan terulang dua kali, manfaatkan waktu luang yang ada untuk aktualisasi dan mendorong batasan diri. Keraguan pasti ada, namun apakah kamu mau terus terkekang oleh bias ketidak pastian yang kamu pikirkan sendiri?Manfaatkan, manfaatkan, dan manfaatkan jangan sampai menyesal kelak dikemudian hari.

(Sepenggal kisah yang terabadikan dari sekian banyak)

Terimakasih semuanya,

Sampai berjumpa di tingkat kehidupan selanjutnya,

Himpunan keprofesian dan jurusan!

SEE YOU ON TOP!

BIG DREAM

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s